Jangan bangun kesiangan, nanti rezeki hilang dipatok
ayam” kalimat itu pasti pernah Anda dengar. Pepatah ini merupakan anjuran agar
orang tidak malas bangun pagi. Tapi tidak semua orang bisa bangun pagi. Jika
Anda sulit hadir di kantor tepat pukul sembilan, mungkin saja ada alasan ilmiah
di balik itu.
Salah satu alasannya, Anda
menderita Delayed
Sleep Phase Syndrome (DSPS).
Menurut American Sleep Association, penderita sindrom ini merasa lebih baik
saat mulai tidur di antara jam satu sampai jam empat pagi. Biasanya, mereka
bangun antara jam delapan pagi sampai jam 11 siang.
Kalau
Anda tipe orang yang ‘berfungsi baik’ saat pagi, Anda tidak bisa menjadi tipe
malam dan begitu pula sebaliknya,” kata Frederick Brown, profesor psikologi di
Penn State.
Karena pola tidur alami mereka
bertabrakan dengan jadwal kerja dan sekolah konvensional, orang dengan DSPS
mengalami kelelahan, insomnia dan masalah tidur lainnya. Terapi dan pembiasaan
jam tidur dapat membantu pasien DSPS. Namun pada beberapa kasus yang serius,
pasien disarankan mengambil pekerjaan pada jam malam.
“Penderita DSPS mungkin harus
mempertimbangkan mengambil karier dengan jam shift, jadwal fleksibel dan tidak
terikat. Sebagai freelancer misalnya,” kata Maya Kochav,
seorang penulis yang menderita sindrom tidur.
Karena mengonsumsi kafein
hampir tidak ada gunanya bagi orang yang sulit bangun pagi, mulailah
pertimbangkan sederetan profesi berikut sebagai karier seperti dikutip dari cekaja.com:
Freelancer
Studi menunjukkan orang malam
terbukti lebih kreatif, sehingga mereka cocok sebagai penulis freelance,
desainer, programmer software dan
bidang kreatif lainnya. Freelancer bebas kerja atau tidur pada jam berapapun
karena tidak terikat aturan absen kantor.
Tapi pada beberapa kesempatan,
seperti saat harus bertemu klien, mau tidak mau Anda harus beraktivitas di pagi
atau siang hari. Karena kalau tidak, Anda kehilangan kesempatan mendapatkan
pekerjaan.
Chef, bartender, atau pelayan
Restoran, hotel dan bar yang buka hingga larut malam sangat cocok bagi
mereka yang sanggup bekerja di saat banyak orang justru tengah tidur. Oleh
karenanya profesi chef, bartender atau pelayan cocok untuk orang yang merasa
kesulitan bangun pagi.
Polisi atau pemadam kebakaran
Kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Karenanya, anggota kepolisian dan
pemadam kebakaran harus siaga di saat orang lain terlelap. Pemadam kebakaran
bahkan sering bekerja dalam shift 24 jam, diikuti 48 jam istirahat. Sedangkan
polisi bisa mendapat shiftsiang atau malam.
Petugas keamanan swasta
Shift larut malam adalah hal biasa bagi
petugas keamanan. Gedung kantor, bank, perumahan punya satpam yang menjaga
keamanan semalaman. Selain cocok untuk Anda yang kuat begadang, profesi ini
juga pas untuk Anda yang tahan bosan.
Bagaimana tidak, selama bekerja Anda tidak banyak melakukan aktivitas fisik
atau kegiatan yang berat. Tapi ketika bahaya datang, Anda harus jadi yang
pertama siaga.
Petugas kesehatan
Dokter, suster dan petugas paramedis harus bekerja
sampai larut malam demi mengantisipasi kondisi darurat. Profesi ini membutuhkan
kesiapan mental dalam menangani peristiwa genting, terutama yang
berkaitan dengan keselamatan nyawa pasien.
ATC (Air Traffic
Controller)
Orang yang bekerja di bidang transportasi, termasuk
ATC sering bekerja sampai tengah malam. Tak hanya itu, pekerjaan ini juga
membutuhkan konsentrasi tinggi karena lalu lintas pesawat bergantung pada ATC.
Tekanan yang besar membuat rasa kantuk menjadi musuh besar operator ATC.
Sopir taksi
Taksi dibutuhkan setiap waktu.
Ini artinya sopir taksi harus bekerja sampai malam. Sopir taksi online seperti
Uber dan Grab dapat mengatur waktu secara fleksibel. Berbeda dengan sopir di
perusahaan taksi yang harus bekerja berdasarkan jadwal atau target setoran.
(Ndw/Gdn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar